Rabu, 07 November 2012

PERTEMUAN 1 NOVEMBER 2012


Pada pertemuan kali ini, akan dimulainya presentasi kelompok. Walaupun pak Amril saat itu tidak bisa hadir dikelas karena ada keperluan tetapi presentasi tetap dilaksanakan. Kelompok pertama menyajikan materi mengenai “Manajemen Berbasis Sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007”.
Pengertian MBS secara terpisah adalah Manajemen (Proses menggunakan sumber daya yang efektif untuk mencapai sasaran), Berbasis (Dasar atau asas), dan Sekolah (Lembaga untuk belajar       dan mengajar serta  tempat memberi dan menerima pelajaran).
                Menurut Wohlstatter dan mohrman (1996) pengertian MBS adalah MBS berarti pendekatan politis untuk mendisain ulang organisasi sekolah memberikan kewenangan dan kekuasaan kepada partisipan sekolah tingkat lokal guna memajukan sekolahnya.
Sedangkan pengertian MBS secara umum adalah model pengelolaaan sekolah dengan memberkan kewenangan yang lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara langsung.
Beberapa di bawah ini merupakan Manfaat MBS :
a)      Memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang akan  meningkatkan pembelajaran.
b)      Memberi peluang bagi seluruh anggota sekolah untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting.
c)       Mendorong munculnya kreativitas dalam merancang bangun program pembelajaran.
d)      Mengarahkan kembali sumber daya yang tersedia untuk mendukung tujuan yang dikembangkan di setiap sekolah.
e)      Menghasilkan rencana anggaran yang lebih realistik ketika orang tua dan guru makin menyadari keadaan keuangan sekolah, batasan pengeluaran, dan biaya program-program sekolah.
f)       Meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level.
Adapun tujuan dari Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS) adalah Meningkatkan efisiensi pendidikan , Meningkatkan mutu pendidikan dan Pemerataan pendidikan.
Berikut ini merupakan beberapa syarat  untuk menerapkan MBS:
  1. MBS harus mendapat dukungan staf sekolah.
  2. MBS lebih mungkin berhasil jika diterapkan secara bertahap. Kemungkinan diperlukan lima tahun atau lebih untuk menerapkan MBS secara berhasil.
  3. Staf sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapannya, pada saat yang sama juga harus belajar menyesuaikan diri dengan peran dan saluran komunikasi yang baru.
  4. Harus disediakan dukungan anggaran untuk pelatihan dan penyediaan waktu bagi staf untuk bertemu secara teratur.
  5. Pemerintah pusat dan daerah harus mendelegasikan wewenang kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah selanjutnya berbagi kewenangan ini dengan para guru dan orang tua murid.
Sebagai guru tentu kita mempunyai peran dalam MBS, diantaranya adalah
                (1) guru sebagai pengajar,
                (2) pemimpin kelas,
                (3) pembimbing,
                (4) pengelola kelas,
                (5) partisipan,
                (6) perencana,
                (7) supervisor,
                (8) motivator,
                (9) konselor, dan
                (10) evaluator.
Dalam melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah mempunyai beberapa hambatan, diantaranya adalah
1.       Tidak berminat untuk terlibat
2.       Tidak efisien
3.       Pikiran kelompok
4.       Memerlukan pelatihan
5.       Kebingunangan atas peran dan tangung jawab
6.       Kesulitan koordianasi
Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 19 tahun 2007 berisikan mengenai  Perencanaan Program , Pelaksanaan Rencana Kerja, Pengawasan dan Evaluasi, Kepemimpinan Sekolah atau Madrasah, Sistem Informasi Manajemen dan Penilaian Khusus.

0 komentar:

Posting Komentar

Tag Cloud

Diberdayakan oleh Blogger.